Refleksi PMM 3: Melestarikan Lingkungan dan Meningkatkan Rasa Persaudaraan

Sebagai bagian dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Univesitas Djuanda, saya sangat beruntung dapat mengikuti kegiatan refleksi yang diadakan di Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor.

Program ini bukan hanya sekadar acara biasa, tetapi menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan saya. Melalui kegiatan ini, saya tidak hanya mengenal keindahan alam Indonesia namun juga mendalami nilai-nilai tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan sikap tenggang rasa dalam membangun persatuan bangsa.

Kegiatan yang akan saya ceritakan kali ini adalah refleksi. Refleksi adalah salah satu dari empat kategori kegiatan dalam Modul Nusantara, selain Kebhinekaan, Inspirasi, dan Kontribusi Sosial. Kegiatan kali ini berlangsung di Gunung Mas, Puncak Bogor. Saya dan seluruh teman kelompokku, yang dinamakan Neng Akang Bageur, turut serta dalam kegiatan ini.

Refleksi adalah kegiatan yang bisa dilakukan dalam bentuk diskusi, tulisan ilmiah, atau merefleksikan pengalaman kegiatan kebhinekaan dan inspirasi untuk menghargai keberagaman. Refleksi juga dapat melibatkan unsur di luar PMM yang dapat berkontribusi positif.

Tema refleksi kali ini adalah diskusi terkait menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta sikap tenggang rasa untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Narasumber kami adalah Bapak Dr. Laode Amril, M.Pd, didampingi oleh LO kami, The Elda, yang memastikan kegiatan berjalan lancar.

Agrowisata Gunung Mas

Agrowisata ini terletak di Jalan Raya Puncak km 8, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Sesampainya di sana, kami melihat-lihat sekeliling sebelum masuk pada inti kegiatan yaitu sharing session dan diskusi. Tiket masuk di kawasan ini terpisah dengan tiap wahana yang tersedia, seperti flying fox, motorcross mini, kolam renang, serta yang tidak kalah menarik dan populer yaitu rainbow slide.

Hamparan kebun teh menjadi pemandangan utama di Gunung Mas, bahkan ada pabriknya juga. Kami mengeksplorasi melalui Tea Bridge yang panjangnya sekitar 260 meter. Pemandangan yang didominasi warna hijau sangat memanjakan mata. Setelah puas berfoto, kami segera menuju lapangan luas di area camping ground untuk melakukan kegiatan refleksi.

Melestarikan Lingkungan Hidup dan Sikap Tenggang Rasa

The Elda membagikan kertas origami dan Bapak Amril meminta kami menuliskan komitmen terkait pelestarian lingkungan hidup dan sikap tenggang rasa. Setelah selesai, kertas tersebut dilipat dan dikumpulkan kembali oleh LO kami. Bapak Amril memilih acak kertas tersebut dan beberapa teman membacakan pandangan mereka terkait pelestarian lingkungan serta sikap tenggang rasa.

Di kota saya, keindahan alam sering kali terganggu oleh bencana seperti tanah longsor akibat penebangan liar serta eksploitasi alam. Komitmen yang dapat saya buat terkait masalah tersebut adalah melakukan sosialisasi dan edukasi.

Masyarakat perlu diinformasi dan diedukasi tentang pentingnya menjaga dan menghentikan kegiatan eksploitasi alam secara ilegal karena dapat memicu bencana alam.

Nilai-nilai yang dapat dipetik dari sikap tenggang rasa meliputi pentingnya memanusiakan manusia, menghargai orang lain terlepas dari latar belakang atau status sosialnya, memiliki empati agar bisa memahami dan menghargai, serta menjaga ucapan agar tidak menyinggung atau merendahkan orang lain.

“Bumi ini rumah kita bersama. Mari kita belajar menghargai dan melestarikan alam, karena sejatinya kita sedang menghargai dan melestarikan kehidupan itu sendiri.”


Pojok Kampus: Punya keresahan yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan? Pengalaman, cerita unik, hal seru, atau informasi seputar kampus yang ingin disampaikan kepada publik? Atau ingin menyampaikan ide, opini dan kritik seputar dunia kampus? Yuk menjadi kontributor dan kirim naskah tulisanmu ke laman Pojok Kampus. Sebelum itu, sebaiknya kamu ikuti dengan seksama, teliti, dan hati-hati Panduan Kirim Tulisan dan Poin Kontributor di sekampus.com


Yuk terhubung dengan teman sekampus di sosial media
instagram: instagram.com/sekampuss
tiktok: tiktok.com/@sekampus

Puspita Aulia
Puspita Aulia
Mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Alumni PMM 3 di Univesitas Djuanda
RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Ramai Dibaca