Percetakan biasanya memiliki banyak stok kertas, kardus, map, bahan kemasan, hingga rak penyimpanan. Karena bahan utama yang digunakan berbasis kertas, area percetakan perlu lebih diperhatikan dari risiko rayap, terutama jika ruangan penyimpanan lembap dan jarang diperiksa.
Rayap menyukai material yang mengandung selulosa seperti kertas, kardus, dan kayu. Jika rayap masuk ke area percetakan, kerusakan bisa terjadi pada stok bahan, rak, dokumen pesanan, hingga hasil cetakan yang sudah siap dikirim.
Kenapa Percetakan Bisa Rawan Rayap?
Percetakan sering memiliki gudang atau ruang penyimpanan yang penuh dengan tumpukan kertas. Jika kertas diletakkan langsung di lantai atau menempel ke dinding lembap, risiko rayap bisa meningkat.
Area yang gelap, tertutup, dan jarang dipindahkan menjadi tempat yang disukai rayap. Bagian bawah tumpukan kertas biasanya paling rawan karena sulit terlihat dan lebih mudah menyerap lembap.
Stok Kertas Bisa Rusak Tanpa Disadari
Kerusakan akibat rayap pada stok kertas sering tidak langsung terlihat. Dari luar, tumpukan kertas bisa tampak normal, tetapi bagian bawah atau tengahnya sudah mulai berlubang, rapuh, atau hancur.
Masalah ini bisa merugikan operasional percetakan karena bahan baku tidak bisa digunakan. Bahkan, hasil cetakan yang sudah jadi juga bisa rusak jika disimpan terlalu lama di area yang sama.
Rak Kayu dan Kardus Kemasan Perlu Dicek
Selain stok kertas, rak kayu, meja kerja, kardus kemasan, dan box penyimpanan juga bisa menjadi sasaran rayap. Jika semua barang ini berada di area lembap, rayap memiliki lebih banyak sumber makanan.
Bagian bawah rak, sudut gudang, belakang meja, dan area dekat dinding perlu diperiksa secara rutin. Area ini sering tertutup barang dan jarang terlihat saat aktivitas produksi berjalan.
Tanda Rayap di Area Percetakan
Beberapa tanda awal yang perlu diperhatikan adalah munculnya serbuk halus di lantai, kertas mudah hancur, kardus berlubang, rak kayu terdengar kopong, atau ada jalur tanah kecil di dinding.
Perhatikan juga jika ada bau pengap, dinding rembes, atau lantai yang sering terasa lembap. Kondisi seperti ini bisa membuat area percetakan semakin berisiko jika tidak segera ditangani.
Cara Mengurangi Risiko Rayap di Percetakan
Langkah pertama adalah tidak menaruh stok kertas langsung di lantai. Gunakan rak atau pallet yang memiliki jarak dari lantai agar area bawahnya lebih mudah dibersihkan dan tidak terlalu lembap.
Kedua, beri jarak antara tumpukan kertas dan dinding. Jarak ini membantu sirkulasi udara dan memudahkan pengecekan jika muncul tanda seperti jalur tanah atau serbuk halus.
Ketiga, pastikan ruangan penyimpanan tetap kering. Jika ada atap bocor, dinding rembes, atau ventilasi buruk, segera perbaiki sumber kelembapannya.
Jika mulai muncul tanda seperti stok kertas rusak, kardus berlubang, jalur tanah, atau rak kayu yang mulai rapuh, layanan jasa basmi rayap medan bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke area usaha lainnya.
Kesimpulan
Percetakan dengan banyak stok kertas dan kardus bisa menjadi area rawan rayap jika ruangan lembap dan jarang diperiksa. Kerusakan bisa berdampak pada bahan baku, hasil cetakan, rak penyimpanan, hingga operasional usaha.
Dengan menjaga gudang tetap kering, menyusun stok di rak, dan rutin memeriksa tanda awal rayap, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.