Sekampus.com Bukan perkara mudah dalam menentukan jurusan kuliah. Survei yang dilakukan tim Sekampus menemukan bahwa 37% mahasiswa merasa salah ambil jurusan, padahal sebelumnya sudah sangat yakin dengan jurusan yang diambil.
Memilih jurusan kuliah bukan lagi soal minat semata. Perubahan teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan mengubah peta kebutuhan tenaga kerja global. Berdasarkan laporan Future of Jobs 2023 dari World Economic Forum (WEF), sekitar 44% keterampilan pekerja diperkirakan akan berubah dalam 5 tahun ke depan.
Bagaimana di Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor Informasi & Komunikasi menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Tapi apakah artinya kemudian jurusan Informasi dan Komunikasi yang sesuai dengan diri kamu? Belum tentu.
Dalam artikel ini sekampus akan memetakan:
- Jurusan dengan potensi pertumbuhan tinggi
- Jurusan yang menghadapi tekanan otomatisasi
- Risiko dan realita pasar kerja
- Strategi memilih jurusan berbasis data, bukan tren
Mengapa Memilih Jurusan Kuliah Harus Berbasis Data?
Data mejadi kunci penting dalam kita memutuskan sesua. Apa lagi ketika kita memutuskan arah kehidupan dan karir di masa depan. Jurusan kuliah bisa kita pastikan apakah sudah tepat atau belum melalui data.
Selama bertahun-tahun, banyak siswa memilih jurusan berdasarkan:
- Tren
- Tekanan orang tua
- Ikut teman
- Stereotip “jurusan bergengsi”
Mungkin kamu juga salah satu yang masih memilih jurusan kuliah dengan metode di atas?
Padahal, laporan World Economic Forum (2023) menyebutkan bahwa transformasi digital dan AI akan menggeser jutaan pekerjaan secara global.
Sementara itu, menurut BPS (Statistik Ketenagakerjaan Indonesia 2024):
- Sektor Informasi & Komunikasi tumbuh signifikan dibanding beberapa sektor tradisional.
- Transformasi digital mempercepat kebutuhan talenta teknologi.
Dari dua data yang diterbitkan Wordl Ekonomic Forum dan BPS apa artinya? Benar, keputusan jurusan hari ini akan berdampak pada daya saing Anda 10–15 tahun ke depan. Itu mengapa kamu perlu benar-benar melihat bagaimana jurusan yang kamu ambil dengan rencana pekerjaan dan dunia pekerjaan mendatang.
Jika kamu abai, risikonya ya kamu mengambil jurusan yang daya serap tenaga kerjanya rendah. Bukan berarti tidak ada pekerjaan sama sekali. Namun potensi kamu mendapatkan pekerjaan impian yang sesuai semakin sulit.
Nah, kamu bisa memanfaatkan berbagai data yang ada. Saat ini dengan kamu membaca artikel mengenai memilih jurusan kuliah di sekampus sebenarnya kamu sudah melakukan satu langkah riset data, dan itu artinya kamu sudah memiliki kesadaran memilih jurusan kuliah berdasarkan data.
Jurusan dengan Prospek Pertumbuhan Tinggi Menuju 2035
Selanjutnya mari kita perdalam pembahasan memilih jurusan kuliah berdasarkan data dan tren. Sekampus menyajikan data mengenai tren jurusan kuliah dari rangkuman referensi dan berasal dari berbagai sumber data yang valid seperti WEF, BPS dan lainyya. Mari kita bahas.
Berikut klaster jurusan dengan tren positif berdasarkan laporan global dan data nasional:
1. Teknologi & Digital
Jurusan kuliah di bidang teknologi dan digital menjadi jurusan kuliah yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Ini tidak lepas dari pesatnya industri dan lapangan pekerjaan dalam bidang teknologi dan digital.
Contoh jurusan:
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
- Data Science
- Cyber Security
Alasan kuat:
- WEF menempatkan AI & Big Data sebagai skill dengan pertumbuhan tercepat.
- Transformasi digital Indonesia terus meningkat.
- Banyak sektor non-teknologi juga membutuhkan talenta digital.
Risiko:
- Persaingan tinggi
- Perlu skill nyata, bukan hanya IPK
Cek kampus terbaik untuk jurusan Teknologi dan Digital
2. Kesehatan & Bioteknologi
Salah satu jurusan yang terus dibutugkan adalah bidang kesehatan dan bioteknologi. Dari tahun ke tahun jurusan ini terus berkembang dan sangat ketat untuk masuk. Karena memang dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, manusia sangat membutuhkan.
Contoh jurusan:
- Kedokteran
- Keperawatan
- Farmasi
- Bioteknologi
Faktor pendorong:
- Populasi menua
- Kebutuhan layanan kesehatan meningkat
- Riset kesehatan berkembang
Namun kita tahu bahwa jurusan ini memiliki biaya pendidikan tinggi maka ROI harus diperhitungkan matang.
Kamu bisa cek rekomendasi kampus dengan jurusan kesehatan dan bioteknologi berikut ini: Kampus Jurusan Kesehatan Terbaik di Indonesiaa
3. Bisnis, Keuangan & Analitik
Selanjutnya ada jurusan kuliah bisnis, keuangan dan analitik. Mungkin jurusan ini yang paling sering kamu dengan. Ya, karena di Indonesia jurusan ini masih menjadi yang populer dan memang kebutuhan tenaga kerja atau industri untuk jurusan ini juga masih terus tumbuh, walau risiko tergantikan oleh AI atau otomatisasi sudah mulai terjadi.
Contoh jurusan:
- Manajemen
- Akuntansi
- Ekonomi
- Bisnis Digital
Pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital membuat skill analitik dan keuangan tetap relevan.
Tapi pekerjaan administratif rutin mulai terdampak otomatisasi. Sehingga penting kamu memiliki keahlian lebih, baik dalam penggunaan AI dan juga kemampuan lain yang mendukung perkembangan karir kamu.
4. Energi, Lingkungan & Keberlanjutan
Isu energi, lingkungan dan keberlanjutan dalam beberapa tahun terakhir terus muncul dan mendapatkan ruang yang serius. Artinya di masa mendapatang berbagai kebutuhan industri akan energi, lingkungan dan keberlanjutan akan semakin besar.
Contoh jurusan:
- Teknik Lingkungan
- Energi Terbarukan
- Perencanaan Wilayah
Isu transisi energi dan sustainability diprediksi terus meningkat secara global.
Jurusan yang Menghadapi Tekanan Otomatisasi
Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian sebagai antisipasi dalam memilih jurusan kuliah adalah adanya tekanan otomatisasi. Apa lagi saat ini berbagai lini pekerjaan mulai dapat dilakukan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Jangan sampai kamu tergantikan AI. Ingat AI sebenarnya bukan 100% akan menggantikan pekerjaan, lebih dari itu fungsinya sebagai pendukung pekerjaan. Nah, agar kamu paham dan tidak salah pilih jurusan penting untuk bisa memetakan apakah jurusan yang kamu impikan berpotensi diotomatisasi oleh AI.
Menurut laporan WEF, pekerjaan administratif rutin termasuk yang paling terdampak otomatisasi.
Jurusan yang perlu adaptasi:
- Administrasi Perkantoran
- Akuntansi level entry
- Pekerjaan clerical berbasis repetitif
Bukan berarti jurusan ini mati.
Tapi harus dikombinasikan dengan skill digital dan analitik.
Realita yang Jarang Dibahas: IPK Tinggi ≠ Siap Kerja
Kampus terbaik, nilai IPK tinggi, sering kali tidak cukup untuk menjadi bekal memasuki dunia kerja. Banyak fresh graduate menganggur bukan karena jurusan salah, tapi karena:
- Minim pengalaman magang
- Tidak punya skill teknis
- Tidak membangun portofolio
Menurut data BPS, tingkat pengangguran terbuka masih mencakup lulusan perguruan tinggi.
Artinya jurusan bagus saja tidak cukup. Kamu harus memiliki nilai lebih yang akan membantu dan menjadi pegangan kamu dalam menapaki dunia karir.
Baca selengkapnya: Menentukan Jurusan Kuliah dan karir di masa depan.
Strategi Memilih Jurusan Secara Taktis
Berikut pendekatan realistis ala Sekampus:
1. Cek Data Pertumbuhan Industri
Gunakan:
- BPS
- Laporan WEF
- LinkedIn Job Trends
- PDDikti
2. Hitung ROI Pendidikan
Rumus sederhana:
Biaya kuliah total ÷ estimasi gaji awal
Bandingkan antar jurusan.
3. Evaluasi Risiko Otomatisasi
Apakah pekerjaan di bidang itu:
- Repetitif?
- Berbasis analisis?
- Kreatif?
- Human-centric?
Semakin kreatif & kompleks → semakin tahan AI.
4. Gabungkan Jurusan + Skill Tambahan
Contoh:
Akuntansi + Data Analytics
Hukum + Legal Tech
Psikologi + HR Analytics
Proyeksi 2035: Skill yang Akan Dominan
Berdasarkan WEF:
- Analytical thinking
- AI & big data
- Creative thinking
- Resilience & adaptability
- Technological literacy
Artinya jurusan apapun harus dilengkapi skill tersebut.
FAQ Seputar Memilih Jurusan Kuliah
Apakah jurusan teknik pasti lebih menjanjikan?
Tidak selalu. Yang menentukan adalah kombinasi skill, pengalaman, dan adaptasi teknologi.
Apakah jurusan sosial tidak punya masa depan?
Tetap relevan, terutama jika dikombinasikan dengan data & digital skill.
Bagaimana cara tahu jurusan saya aman dari AI?
Evaluasi tingkat repetitif pekerjaan dan peluang otomasi.
Kesimpulan Memilih Jurusan Kuliah
Memilih jurusan di era 2035 bukan soal populer atau tidak.
Yang menentukan:
- Data industri
- Adaptasi teknologi
- Strategi pengembangan diri
Sekampus mendorong pembaca untuk berpikir realistis dan berbasis data.
Karena masa depan bukan ditentukan oleh jurusan saja,
tetapi oleh strategi.
Referensi
- World Economic Forum. (2023). Future of Jobs Report 2023.
- Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Ketenagakerjaan Indonesia.
- OECD. (2023). Education at a Glance.
- LinkedIn Economic Graph (2023). Jobs on the Rise.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – PDDikti.